By 1:05 pm 11 Comments

Gajah Mada MNCTV Menyimpang dari Sejarah


Gajah Mada MNCTV Menyimpang dari Sejarah

Sebenarnya kita semua bangga dan senang dengan semakin banyaknya sinetron yang berlatar belakang sejarah yang tampil di televisi saat ini. Tapi jika sinetron tersebut sudah menyimpang dari sejarah, kita sebagai orang tua merasa sedih juga. Anak-anak kita, penerus bangsa sudah di jejali kisah sejarah yang tidak benar oleh mereka yang tidak bertanggung jawab dan hanya mementingkan keuntungan materi saja.

Gajah Mada MNCTV Menyimpang dari Sejarah

Gajah Mada MNCTV Menyimpang dari SejarahSalah satu sinetron yang membuatku sedih adalah drama seri Gajah Mada yang ditayangkan oleh MNCTV tiap hari jam 19:00. Sinetron yang diproduksi oleh MD Entertainment ini mempunyai jadwal tayang yang mana merupakan saat anak kecil banyak yang melihat televisi. Apalagi tokoh yang dimunculkan dalan sinetron Gajah Mada MNCTV ini adalah sosok anak kecil yang “super hero” yaitu si Gajah Mada muda, pastilah banyak anak kecil yang melihatnya.

Di Sinetron Gajah Mada MNCTV dikisahkan kalau Gajah Mada adalah anak dari Jawangkati yang merupakan seorang pendekar sakti pimpinan Prajurit majapahit gugur di medan perang saat melawan pasukan Kerajaan Tar-tar dari negeri China. Karena peristiwa itu, Lailan Mangrani ibunda Gajah Mada tidak menghendaki anaknya menjadi ksatria dan melarang Gajah Mada belajar kanuragan. Lailan tidak ingin kehilangan lagi orang yang dicintainya. Namun, Gajah Mada diam-diam berguru kanuragan kepada Eyang Wungkuk Hanuraga, hingga Gajah Mada mahir ilmu kanuragan dan beladiri.

Sedangkan dalam sejarah nyata dan asal usul Gajah Mada sendiri, sampai saat ini masih menjadi misteri. Banyak perkiraan-perkiraan yang muncul dengan asal usul Gajah Mada. Ada yang menyatakan kalau Gajah Mada itu berasal dari Lamongan yang mana ini berdasar dari cerita rakyat atau folklore penduduk setempat. Dan ada pula yang menyatakan kalau Gajah Mada ini berasal dari Pandaan yang mana ini berasal dari berbagai naskah kuno yang sering menyebut kata Pandakan.

Kalau kita membandingkan antara sinetron Gajah Mada MNCTV dan kisah sejarah dan asal usul Gajah Mada sesungguhnya, jelas terlihat keganjilan-keganjilan. Di MNCTV sosok Gajah Mada muda digambarkan sebagai anak yang super hero, sakti mandraguna dan kebal senjata. Ini bertentangan dengan asal usul Gajah Mada yang saat ini masih misteri.

Nama Gajah Mada mulai terkenal saat pemerintahan Prabu Jayanegara yang mana saat itu terjadi pemberontakan Ra Kuti. Gajah Mada yang saat itu menjadi pimpinan (begel) pasukan Bhayangkara (pengawal raja) menyelamatan Jayanegara ke desa Badender yang diperkirakan saat ini adalah Badender kabuh, Jombang. Dan mulai saat itulah nama Gajah Mada terkenal sampai terjadinya Sumpah Palapa disaat Gajah Mada menjabat Maha Patih.

Para Seniman Gugat Sinetron Gajah Mada MNCTV

Memang tidak heran rasanya kalau para seniman di seperti Renny Masmada, yang merupakan seniman besar yang selama 30 tahun telah melakukan riset sosok Gajah Mada, melakukan gugatan ke sinetron Gajah Mada MNCTV.

Rennny Masmada juga melontarkan kekecewaannya dengan tayangan sinetron Gajah Mada melalui website pribadinya yaitu rennymasmada.com. “Sinetron ini sama sekali tak mencerminkan keseriusan penggarapan, bahkan terkesan (dan terbukti) sangat dibuat asal-asalan, dan tidak punya tanggungjawab kesejarahan.

Di awal scene memang tertulis ini hanya fiksi (walau cuma beberapa detik), tetapi betapa naifnya ketika isi cerita melibatkan langsung tokoh-tokoh sejarah. Ini preseden buruk bagi rakyat Indonesia. Ini pembodohan sejarah. Tidak menghargai sejarah dan budaya bangsa sebagai kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Seharusnya, penggarapan sinetron ini dilakukan terlebih dahulu melalui riset dan penelitian pada nara sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti ilmuwan, para tokoh sejarah, budayawan, Polri/TNI, para tokoh masyarakat, dan nara sumber lainnya.

Gajah Mada adalah tokoh sejarah yang sangat penting bagi perjalanan sejarah bangsa ini.  Banyak produk-produk dan kebijakan politik, kebudayaan, keagamaan, militer, ekonomi, dan lainnya terus up to date dipergunakan sampai hari ini, kesalahan melakukan analisis/hipotesa pasti akan menciptakan penyimpangan yang sangat merugikan bangsa dan Negara di dalam maupun luar negeri.

Produser, penulis skenario, sutradara dan staf artistic/property tampak seperti orang yang bodoh sejarah, garapannya sangat memalukan! MNC sebagai salah satu televisi nasional seperti tidak memiliki staf yang faham sejarah bangsa, sehingga dengan  gampang meluluskan penayangan sinetron  ini. Lebih heran lagi pada Lembaga Sensor yang meluluskan penayangan sinetron ini, apakah Lembaga Sensor tak mampu memaknai kekayaan sejarah bangsa? Atau, apakah mereka semua bukan orang Indonesia, yang seharusnya sangat bangga pada kekayaan budaya sendiri? Atau.., apa memang uang telah membuat semua orang jadi buta?

Untuk itu, saya dengan sungguh-sungguh menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia dan berbagai pihak yang berkepentingan, untuk meminta dan memohon MNC menghentikan penayangan sinetron tersebut di atas, agar cerita ini tidak terlanjur mempengaruhi image masyarakat secara luas”.

Seniman lainnya yaitu Ray Sahetapy dan Pong Harjatmo pun sama-sama geram dengan tayangan tersebut dan mendukung keresahan Renny Masmada. “Manusia yang tidak bisa menghargai bangsa dan negaranya adalah sebuah kejahatan, yang ngurusin negara saat ini tidak perduli dengan rakyat yang sedang menderita. Semua pemimpin di negeri ini mikirin perutnya sendiri saja,” kata Pong Harjatmo.

Walaupun merasa geram dengan kenyataan sinetron Gajah Mada MNCTV ini Renny Masmada tidak ingin menggugat secara hukum pihak MD Entertainment sebagai rumah produksi atau siapapun yang terlibat dengan sinteron Gajah Mada ini. Renny Masmada merasa Gajah Mada bukan miliknya sendiri tetapi milik bangsa Indonesia.

Saya pribadi setuju dengan apa yang dikatakan oleh para seniman ini. Mereka bersusah payah ingin memberikan generasi muda sejarah yang benar. Sejarah gajah mada yang merupakan tokoh besar bangsa Indonesia. Sejarah yang juga menjadi nama kesatuan kepolisian yaitu Bhayangkara.

Penyimpang Sejarah di Gajah Mada MNCTV


Post Update :
Date : Saturday, August 30, 2014 - Sabtu, 30 Agustus 2014
Posted in: umum



Related posts "Gajah Mada MNCTV Menyimpang dari Sejarah":


11 Comments on "Gajah Mada MNCTV Menyimpang dari Sejarah"

Trackback | Comments RSS Feed

  1. mubarika says:

    Terlepas dari penyimpangan sejarah (dimana saya juga setuju) tapi Gajah mada milik rakyat jawa, bukan bangsa Indonesia. Sumpahnya, Sumpah Palapa mencakup :
    Gurun = Nusa Penida
    Seran = Seram
    Tañjung Pura = Kerajaan Tanjungpura, Ketapang, Kalimantan Barat
    Haru = Kerajaan Aru Sumatera Utara (Karo)
    Pahang = Pahang di Semenanjung Melayu
    Dompo = sebuah daerah di pulau Sumbawa
    Bali = Bali
    Sunda = Kerajaan Sunda
    Palembang = Palembang atau Sriwijaya
    Tumasik = Singapura
    Jadi Pulau Sulawesi, Irian dan maluku ngga termasuk… #CMIIW ^_^

    [Reply]

    ariefew Reply:

    Pada tahun 1350, Majapahit diperintah oleh Hayam Wuruk. Ia bergelar Rajasanegara dan dalam menjalankan pemerintahan yang didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada, Adityawarman dan Mpu Nala sehingga pada masa tersebut Majapahit mencapai puncak kebesarannya, karena daerah kekuasaannya hampir meliputi seluruh Nusantara dan Majapahit berkembang sebagai kerajaan maritim sekaligus kerajaan agraris.

    Nusantara Kekuasaan Majapahit

    Menurut sejarah daerah yang berkerajaan saat itu yang tidak termasuk Majapahit vassal states adalah Pasundan Pajajaran dan Madura. Kedua daerah ini terikat kontrak lama pada saat berdirinya Majapahit atau pemerintahan Raden Wijaya.

    [Reply]

  2. Renny Masmada says:

    Soal Gajah Mada di sinetronkan, ok, berarti ada sebuah kemajuan mempublikasi tokoh sejarah besar abad ini. Tapi, ketika ternyata digarap asal-asalan, muncul kekecewaan, apakah begini cara kerja bangsa kita? MD Entertainment terbukti telah merusak sejarah bangsa yang sudah arang keranjang. Terbukti dari PENULIS SKENARIO, SUTRADARA, ARTISTIK bahkan PRODUSERnya sangat bego sejarah bangsa, tanah air yang telah menghidupinya selama puluhan tahun. Kebanggaan bangsa terhadap keagungan sejarah jadi pudar. Sebentar lagi dunia akan berkata bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa bar-bar yang hanya mengajarkan perkelahian yang sudah mulai diajarkan sejak anak baru lahir. Artinya, bangsa ini besar karena tangan-tangan orang sakti, yang mampu terbang tinggi di atas awan. Aaahhhh…..

    [Reply]

    suci r. mar ih Reply:

    kebetulan saya mengenal tim penulis skenarionya, telah diingatkan ternyata memang karena mengejar harus sekian ratus episode maka harus ada rekaan, beliau menyatakan kalau mau tau sejarah yang benar ya nonton film dokumenter. saya sebagai warga jawa timur sangat kecewa dengan pembelokan sejarah ini

    [Reply]

  3. ariefew says:

    Wah.. Bang Renny sudah sudi nulis komentar di blog ku nih…
    Terima kasih Bang…

    [Reply]

  4. Galih Setiawan says:

    :) apa benar itu Renny Masmada >.< hehe…
    Iya sejauh ini saya setuju dengan kasus ini… kalau penyimpangan sejarah itu SALAH…

    Oh… saya juga ngingetin aja… Mungkin para sutradara/penulis naskah/atau apalah namanya khususnya di Seluruh Indonesia, penggarapan film itu tidaklah semudah membalikkan tisu… Mereka juga membutuhkan kritik dengan saran bukan kritik tanpa saran…
    "Jangan suka mengkritik karya tanpa memberi saran" :) yaa Mas Renny dan mas Arif

    Ok… masalah penyimpangan sejarah itu merupakan kesalahan yang sangat fatal, saya juga setuju sinetron ini di pailit…
    Dari kalimat "Sedangkan dalam sejarah nyata dan asal usul Gajah Mada sendiri, sampai saat ini masih menjadi misteri" … hal ini merupakan sejarah yang sebagian transparan…

    Saatnya memberi saran untuk dunia PERFILMAN INDONESIA untuk kasus seperti ini biar gak terlalu katrok…

    Tokoh nyata (Gajah Mada) tidak harus menjadi tokoh utama dalam film
    berikan bumbu fiksi… misalnya "Tokoh Utama X (jaman sekarang) mungkin secara gaib/teknologi melakukan perjalanan waktu dan terjebak dalam suatu masa (kerajaan majapahit)… misalnya menjadi prajurit atau tokoh yang transparan dalam sejarah nyata…
    fiksi seperti ini membuat penonton menjadi tertantang untuk melanjutkan cerita selanjutnya… Tapi efek jangan terlalu katrok juga… Stylenya juga dijaga… Pemain (artisnya) memakai kostum yang seharusnya…
    Jangan terlalu banyak tokoh… Tokoh sejarah pasti sesuai sejarah yang seharunya… namun tokoh fiksi bisa anda kick kecuali tokoh utamanya, jangan malu-malu sama artisnya, dan jaga profesionalisme…
    ada lagi… alur dan plot itu gak seharusnya terlalu full mengekspose suluruh kegiatan tokoh utama… adakalanya tokoh utama vakum dalam 1 episode…

    Sudah-sudah itu saja… :) saya cuma pandai Mengkonsep tapi mungkin kalau membuat film seperti itu… Yaaa… masih belajarlah :)
    Oh iya mumpung mau lebaran minal aidzin wal fa idzin dulu deh sama semuanya ya, terutama mas Renny sama mas Arif :)

    [Reply]

    ariefew Reply:

    تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْتَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ
    تقبل الله منا ومنكم صيا منا وصيا مكم من العا أدين والفا أزين

    [Reply]

  5. musiyono says:

    Sy mewalili masyarakat kecil di jawatimur …yang jelas kami kecewa…karena sedikit banyak kita tahu latar belakang sejarah kususnya di jawatimur dengan kerajaan majapahitnya…sy berharap tanyangan ini bisa mengacu pada sejarah …yang sebenarnya….apa yang di pahami kalayak banyak ..demikian trimakasih mas dan mbak …..

    [Reply]

  6. rakyat biasa says:

    Film atau sinetron dengan setting sejarah sebaiknya dibuat berdasarkan fakta yang ada dan bukti otentik melalui referensi yang jelas sumbernya dan bisa dipertanggungjawabkan. Atau alangkah indahnya insan sinematografi mau mengajak ahli sejarah atau penggiat sejarah yang mau difilmkan atau disinetronkan. Generasi muda kita sudah bosan dengan pemlintiran sejarah Indonesia dan Nusantara selama ini. Jadi, bila sinetron Gajah Mada ikut diplintir ketokohannya juga ….. habislah sudah, generasi tanpa pemandu kebenaran.
    Ingat Prabu Jayabaya Kediri berpesan untuk menjadi negeri yang benar, Tontonan jangan dijadikan tuntunan. Tuntunan jangan dijadikan tontonan.
    Orang tua harus menuntun anak-anaknya dalam memilih dan memilah tontonan yang benar.
    Terima kasih. Nuwun ….

    [Reply]

  7. resa says:

    Memang misteri gajah mada belum terungkap namun…,
    itu lebih baik dari pada di suguhkan aktor-aktor korupsi yang tiada habisnya tiada rasa berdosa dengan pamer senyumnya bak pemeran sinetron…..ini justru merusak mata anak-anak kita.
    yang terpenting orang tua bisa memperkenal tokoh gajah mada yang ditayang di MNC sebagai contoh seoarang pemimpin yang mampu melampau keinginan pribadinya dan lebih siap mengutamakan kepentingan orang kecil.
    Terlebih sekarang kita sebagai orang tua sudah tidak bisa lagi memdongengkan tokoh-tokoh yang di jadikan panutan ….Indonesia sungguh luar biasa.
    Terima kasih matur suwun…

    [Reply]

  8. bambang irawan says:

    Saya salah satu penggemar cerita film sejarah kerajaan jaman dahulu, semua orang tahu kalau tokoh gajah mada itu misteri asal usulnya, tapi saya mencoba memahami maksud pihak produser untuk menceritakan tokoh kecil yang sakti mandra guna, seperti kian santang dan gajah mada ini, terlepas kontroversi cerita sejarah tersebut, saya sangat setuju apabila produser mengambil tokoh produk dalam negeri, bukan produk super hero dari luar seperti batman, spiderman dll, dan saya tidak juga menyalahkan kalau gajah mada dalam serial yg ditayangkan mnctv mempunyai orang tua yg jelas, agar meninggalkan kesan pada penonton anak2 tidak berfikir kalau super hero yang di idolakan selalu orang tuanya yang tidak jelas. Atau asal usulnya tidak jelas, jadi bagi para sejarahwan dan seniman yang memprotes tolong dibantu md entertaiment agar kalau membuat cerita seminimal mungkin salah, karena sebetulnya kalau yg protes juga punya kewajiban moral terhadap masa depan bangsa ini tanpa dibayar pun harusnya melakukan riset di lapangan, kalau cuma protes aja kita tidak akan menjadi bangsa yang maju dan beradab, janganlah membuat semakin keliru setiap bangsa melakukan kreativitasnya…..nanti dibilang melakukan kegaduhan politik dan dimanfaatkan oleh bangsa lain yang akan mengambil keuntungan yang jauh lebih berharga dibanding sekedar materi ( uang )…..pikirkan generasi muda penerus dan pewaris bangsa dan negara , jangan diberi contoh yg tidak pada tempatnya…..mohon maaf apabila ada kata kata yang kurang berkenan, dan tidak ada maksud apa2 ….krn cucu saya sangat suka film dengan cerita sejarah dan saya dampingi dan saya jelaskan bahwa film ini bukan sejarah yang sebenarnya. Makasih.

    [Reply]

Post a Comment


7 + 2 =