Liga Primer Indonesia vs Indonesia Super League, LPI vs ILS


Liga Primer Indonesia vs Indonesia Super League, LPI vs ILS.

Liga Primer Indonesia vs Indonesia Super League, LPI vs ILS

Liga Primer Indonesia LPI berdiri atas gagasan beberapa klub ternama di Tanah Air. LPI bukanlah produk dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Liga Primer Indonesia LPI berjalan tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD), klub peserta diharuskan mandiri dan bisa mengelola keuangannya sendiri. Sistem yang dianut oleh LPI ini mengadopsi dari Liga Primer Inggris yang berdiri sendiri dan terpisah dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA).

Modal awal untuk klub akan diberikan berbeda tergantung kajian Liga Primer Indonesia LPI. Modal akan diberikan maksimal 5 tahun, dan selanjutnya klub bisa menjalankan keuangannya sendiri.

Liga Primer Indonesia vs Indonesia Super League, LPI vs ILS

Keuangan dan saham Liga Primer Indonesia LPI berbeda dengan Liga Super Indonesia LSI (Indonesia Super League ILS). LSI / ILS dikelola oleh PT Liga Indonesia dengan 95% saham menjadi milik PSSI dan 5% dimiliki oleh yayasan milik Nirwan Bakrie. Sedangkan pada Liga Primer Indonesia LPI, keuangan akan dikelola PT Liga Primer Indonesia dan klub perserta memiliki 100% saham.

Kompetisi sepakbola pada Liga Primer Indonesia LPI, akan menggunakan sistem kompetisi penuh atau double round robin, dimana setiap klub akan berlaga di kandang dan tandang.

Daftar 19 tim yang berlaga di Liga Primer Indonesia LPI :

1. Aceh United

Pelatih: Lionel Charbonnier (Prancis)
Stadion: Harapan Bangsa, Banda Aceh (40.000)

2. Bali De Vata

Pelatih: Willy Scheepers (Belanda)
Stadion: Kapten I Wayan Dipta, Gianyar (25.000)

3. Bandung FC

Pelatih: Nandar Iskandar
Stadion: Siliwangi, Bandung (25.000)

4. Batavia Union

Pelatih: Roberti Bianchi (Brasil)
Stadion: Tugu Jakarta (20.000)

5. Bogor Raya

Pelatih: John Arwandy
Stadion: Persikabo, Bogor (15.000)

6. Cendrawasih Papua

Pelatih: Uwe Erkebrecher (Jernabm)
Stadion: Mandala Jayapura (30.000)

7. Jakarta 1928

Pelatih: Bambang Nurdiansyah
Stadion: Lebak Bulus (25.000)

8. Kabau Padang

Pelatih: Divaldo Alves (Portugal)
Stadion: Agus Salim, Padang (28.000)

9. Ksatria XI Solo

Pelatih: Branko Babic (Serbia)
Stadion: Manahan Solo (24.000)

10. Makassar City

Pelatih: Michael Feichtenbeiner (Jerman)
Stadion: Andi Mattalata, Makassar (20.000)

11. Manado United

Pelatih: Muhammad Al Hadad
Stadion: Klabat, Manado (20.000)

12. Medan Chiefs

Pelatih:Jorg. Steinebruner (Jerman)
Stadion: Teladan, Medan (20.000)

13. Medan Bintang

Pelatih: Rene Van Eck (Belanda)
Stadion: Teladan, Medan

14. Persebaya

Pelatih: Aji Santoso
Stadion: Gelora 10 Nopember, Tambaksari (35.000)

15. Persema

Pelatih: Timo Scheuneman (Jerman)
Stadion: Gajayana, Malang (30.000)

16. Persibo

Pelatih: Sartono Anwar
Stadion: Latjen Haji Sudirman, Bojonegoro (15.000)

17. Real Mataram

Pelatih: Jose Basualdo (Argentina)
Stadion: Maguwoharjo, Yogyakarta (30.000)

18. Semarang United

Pelatih: Edy Paryono
Stadion: Jatidiri, Semarang (25.000)

19. Tangerang Wolves

Pelatih: Paulo Camargo (Brasil)
Stadion: Benteng (25.000)


Post Update :
Date : Tuesday, September 2, 2014 - Selasa, 2 September 2014
Posted in: sport
Lazada Indonesia

Lazada Indonesia

Related posts "Liga Primer Indonesia vs Indonesia Super League, LPI vs ILS":


Post a Comment


− 6 = 2