Universitas Ken Arok


Tulisan Rudi Setiawan tentang Universitas Ken Arok

Sebenarnya tulisan ini sudah lama kuterima, yaitu di bulan Pebuari lalu ketika penulisnya masih berada di Doha Qatar. Gak tahu kenapa akhir-akhir ini aku sendiri sering membaca kembali tulisan yang dikirim oleh Rudi Setiawan…. Mungkin para pembaca pingin tahu juga.. hehehe… Ini salah satu tulisannya yang diberi judul :

UNIVERSITAS KEN AROK

Melihat, menyaksikan dan mencermati panggung perpolitikan di Indonesia , penulis seperti teringat pada cerita sejarah tentang Babad Singosari, yaitu sejarah berdirinya kerajaan Singosari.

Sebuah lakon sejarah yang cukup terkenal, baik dikisahkan dibuku-buku pelajaran maupun dipentas-pentas hiburan (ludruk, ketoprak bahkan juga di filmkan).

Sebuah lakon sejarah yang memunculkan tokoh-tokohnya yang terkenal, sebut saja misalnya Ken Arok, Mpu Gandring, Ken Dedes, Kebo Ijo dan Tunggul Ametung.

Sejarah pergulatan politik dan perebutan kekuasaan yang penuh intrik, penuh fitnah dan tentu saja penuh dengan darah. Sebuah lakon sejarah yang diawali dengan pembunuhan Mpu Gandring oleh Ken Arok hanya karena sebilah keris memunculkan kutukan Mpu Gandring yang terkenal itu.

Ken Arok yang lihai dan cerdik (bentuk halus dari licik) kemudian meminjamkan kerisnya kepada Kebo Ijo. Dasar Kebo Ijo memang seorang yang suka pamer (show up) maka dipamerkanya keris pinjaman itu kepada setiap orang yang ditemuinya. Dan dari sinilah perangkap dan muslihat Ken Arok berhasil. Di ambilnya lagi keris itu di malam hari saat Kebo Ijo terlelap dalam tidurnya, lalu dibunuhnya Tunggul Ametung (Adipati Tumapel saat itu) dengan keris tersebut.

Maka gegerlah Kadipaten Tumapel karena Adipatinya telah mati terbunuh, dan setelah melakukan penyelidikan serta penyidikan berdasarkan bukti-bukti di TKP maka jadilah Kebo Ijo sebagai tersangka utamanya. Karena semua orang menganggap bahwa Kebo Ijolah yang mempunyai keris tersebut.

Singkat cerita Ken Arok naik tahta menjadi Adipati Tumapel (cikal bakal Kerajaan Singosari) plus mendapat bonus jandanya Tunggul Ametung yaitu Ken Dedes yang menurut legenda kecantikannya sangat luar biasa (mungkin saat ini sebanding dengan: Luna Maya, Sandra Dewi atau Tamara Blezinski terserah pembaca mengimajinasikannya seperti siapa).

Gaya politik ala Ken Arok seperti sudah menjadi trade mark di negeri ini, tengok saja sejarah orde baru yang menggulingkan orde lama dengan cara-cara Ken Arok. Dan keris Mpu Gandring-pun menjelma menjadi keris SUPERSEMAR dan sosok Kebo Ijo bisa di analogikan pada PKI & PNI.

Di orde reformasi, Gus Dur tumbang oleh keris Mpu Gandring yang menjelma menjadi keris Bulog Gate / Brunei Gate dengan tokoh Kebo Ijo yang bernama Suwondo dan terakhir adalah Rahadi Ramelan.

Lalu sekarang ini sedang hangat-hangatnya penjelmaan keris Mpu Gandring dalam wujud keris Century Gate dan sosok yang akan dijadikan Kebo Ijo nya sudah mulai bermunculan mulai Antasari Azhar, Susno Duaji hingga Budiono dan Sri Mulyani.

Dan dari rentetan cerita di atas pada akhirnya Ken Arok lah yang jadi pemenangnya, barang siapa yang bermental Ken Arok maka dialah yang akan memenangkan pertarungan.

Menimbang, memperhatikan dan menganalisa tentang begitu kentalnya pengaruh dan gaya politik ala Ken Arok terhadap panggung perpolitikan di Indonesia, maka penulis sebagai warga Indonesia mengusulkan alangkah baiknya untuk didirikan secara khusus sebuah Universitas yang bisa menumbuh kembangkan pola pikir dan gagasan politik dari Ken Arok . Dan tentu saja untuk mengabadikan namanya kita namai Universitas tersebut sebagai Universitas Ken Arok.

Doha,14 February 2010
Wasalam
Denowo Ijo Begal Gurun Pasir


Universitas Ken ArokRudi Setiawan, ST lahir pada tanggal 02 Juni 1976 di Kertosono Jawa Timur, seorang Tenaga Teknik yang pernah bekerja di PT. PAL Indonesia, kemudian di Galangan Kapal di Malaysia, dan dilanjutkan bebrapa tahun bekerja di Doha Qatar. Saat ini Rudi kembali berada di tanah air, tapi tetap bekerja pada perusahaan asing yang lebih menghargai nilai kerjannya.

Latar belakang pendidikan dan pekerjaan di bagian teknik, tidak menguranginya untuk menulis puisi & cerpen yang berkaitan dengan keadaan dan situasi di sekitarnya. Karya-karyanya selalu dia tulis di Facebook dan dikirim via email ke semua teman-temannya. Karya Rudi Setiawan juga pernah dimuat di Kompas serta diterbitkan menjadi buku.


Post Update :
Date : Thursday, October 2, 2014 - Kamis, 2 Oktober 2014
Posted in: other
Lazada Indonesia

Lazada Indonesia

Related posts "Universitas Ken Arok":


3 Comments on "Universitas Ken Arok"

Trackback | Comments RSS Feed

  1. salahkamar says:

    Wah, boleh juga idenya, UnKeAr :hahah:

    [Reply]

  2. pustaka sekolah says:

    Tulisan yang kreatif… btw semoga Mental Ken Arok berangsur-ansur lenyap di Indonesia, dan muncul mental Raden Wijaya Pendiri Majapahit.. dan Indonesia menjelma menjadi Majapahit Part Two yang menguasai hampir seluruh Asteng :-)

    [Reply]

Post a Comment


8 − = 6