Smart, Internet Cepat Hemat


Si A yang baru saja beli paket bundle HP Smart EVDO dan mendapat gratis internet 100 hari dengan paket platinum, langsung tancap gas untuk download file berkapasitas ber-giga-giga. File-file film dengan format DVD dia download menggunakan Download Manager.

Si B yang gratisan EVDO-nya sudah habis, langsung ambil paket platinum dengan tarif Rp. 150 ribu / bulan. Si B yang ambil paket platinum akan mendapat EVDO Unlimited yang tidak dibatasi besarnya pemakaian bandwidth.

Si C yag membutuhkan koneksi internet untuk SMS center, ambil paket ultimate dengan tarif Rp. 225 ribu / bulan untuk mendapatkan IP Public sendiri (private IP).

Si D yang daerahnya belum ter-cover EVDO, terpaksa ambil paket HP biasa dan mendapatkan gratis 100 hari paket regular.

Si E yang tidak sering melakukan download dan hanya membutuhkan koneksi internet untuk facebook, chatting dan email mengambil paket regular dengan tarif Rp. 45 ribu / bulan.

Si F yang mempunyai uang pas-pasan, mengambil paket regular harian dengan tarif Rp. 3 ribu / hari. Si F menggunakan koneksi internet tersebut untuk download dan browsing.

Si A, B, C, D, E, F di atas merupakan kejadian yang pasti terjadi dan itu kuanggap wajar-wajar saja. Bagi pemilik gatisan internet smart pasti akan berpikiran “pemanfaatan semaksimal mungkin” untuk internet gratis smart yang dia peroleh. Demikian juga dengan pengambil paket lainnya. Hal tersebut dikarenakan internet smart tidak ada sistem kuota. Unlimited tanpa batasan bandwidth yang terpakai dan tanpa kecepatan turun.

Paket internet smart jump regular, silver, gold, platinum menggunakan share IP Public. Jadi IP Public tersebut digunakan secara bersama-sama. Paket platinum jelas mempunyai prioritas yang lebih tinggi dari paket gold. Paket gold mempunyai prioritas yang lebih tinggi dari paket silver. Paket silver mempunyai prioritas yang lebih tinggi dari paket regular.

Apa yang terjadi jika si A, B, C, D, E, F tersebut dalam suatu daerah ? dalam lokasi yang sama ?

Yang jelas si C yang menggunakan paket Ultimate, tidak terlalu terpengaruh dengan pembagian “jatah” internet tersebut. Tapi apa yang terjadi pada si D, E, F yang menggunakan paket regular ?

Si D, E, F yang memakai paket regular dan mendapat prioritas yang paling rendah pasti akan terseok-seok untuk akses internet. Sering DC, kecepatan yang merambat akan menjadi makanan sehari-hari.

Lalu bagaimana dengan si A dan B ? Jika jaringan overload si A dan B tetap akan turun juga kecepatannya. Tapi dikarenakan dia mendapat prioritas yang lebih tinggi, maka tidak akan sampai terjadi seperti yang dialami oleh si D, E, F.

Permasalah seperti ini merupakan permasalahan klasik semua operator selular dan provider internet di negara kita. Pembatasan kuota merupakan solusi yang terbaik bagi mereka. Pengguna akan mendapat kecepatan maksimum sampai batas pemakaian bandwidth tertentu dan jika sudah melebihi batasan tersebut kecepatan akan diturunkan menjadi 64 kbps.

Apakah smart akan menerapkan sistem tersebut ? Kemungkinan ya pasti ada. Banyaknya complain terutama dari pemakai paket regular pasti akan membuat pihat smart me-review kembali kebijakan yang telah diterapkan. Solusi untuk penambahan bandwidth dan penerapan kuota akan menjadi pemikiran pihak smart yang mempunyai semboyan “smart cepat hemat

Smart cepat hemat

Di satu sisi pihak smart akan mempertahankan kecepatan dan di lain sisi smart akan mempertahankan juga semboyan hemat.

Andaikan si A, B tidak membabi-buta dengan melakukan download, pasti hal tersebut tidak akan terjadi. Tapi kurasa itu tidak mungkin, karena itu merupakan hak dari si A dan si B.

Kita tunggu saja kebijakan dari pihak smart untuk mengatasi masalah ini. Dan kita hanya berharap semboyan smart cepat hemat akan benar-benar menjadi kenyataan.

Semoga ini dapat menjadi renungan kita bersama dan sekaligus menjawab keluhan komen yang ada di website ini mengenai kecepatan internet smart. Penggunaan Internet secara wajar merupakan keputusan yang bijak bagi kita dan itu bisa kita mulai pada diri kita sendiri.

Artikel ini merupakan hasil pemikiran ariefew sendiri tanpa ada campur tangan dari operator selular dan provider internet manapun. CWII.


Post Update :
Date : Thursday, September 18, 2014 - Kamis, 18 September 2014
Posted in: internet
Lazada Indonesia

Lazada Indonesia

Related posts "Smart, Internet Cepat Hemat":


2 Comments on "Smart, Internet Cepat Hemat"

Trackback | Comments RSS Feed

  1. risky says:

    koneksinya kadang putus nyambung

    [Reply]

  2. hariswae says:

    moga jangkauannya makin diperluas…

    [Reply]

Post a Comment


3 + = 10